DELUSI

Selasa, 16 Desember 2008 Leave a Comment

Delusi merupakan keyakinan semu yang sesungguhnya tidak benar, dan tidak dapat dikoreksi dengan pikiran sehat. Terdapat perbedaan antara delusi dengan kekeliruan yang adakalanya kita lakukan dalam menanggapi fakta-fakta, karena delusi ditimbulkan oleh berbagai perasaan negatif. Timbul delusi bila perasaan yang kuat mewarnai persepsi kita tentang dunia, diri kita atau orang lain. Mungkin kita masih ingat bagaimana seseorang merasa bahwa orang-orang menilai dirinya secara negatif.

Delusi menyudutkan kita untuk melakukan tindakan yang mengacaukan situasi. Kita bertindak berdasarkan persepsi salah yang membuat kita membayangkan respons negatif dari orang lain, karena itu mungkin sekali kita justru mendapat reaksi seperti yang dibayangkan sehingga menguatkan rasa takut kita. Delusi ialah keyakinan yang keliru, yang berlebihan, Orang yang mengalami delusi dapat kita jumpai dalam masyarakat


Delusi atau waham adalah keyakinan palsu yang dipertahankan. Terdapat tiga macam delusi atau waham yakni :

- Waham Kejar (delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya,

- Waham Kebesaran (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting.

- Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya.

Kasus Delusi :

Seorang pemuda bernama B yang berumur 28 tahun dibawa keluarganya ke rumah sakit jiwa Semarang. Ia pernah sekolah sampai SMA dan berasal dari Cirebon. Ia pernah menikah tapi kemudian bercerai. Pekerjaannya membantu orangtuannya di apotik. Keluhan utama keluarga tentang pasien adalah karena B sering marah-marah, ngomong-ngomong sendiri ingin pindah rumah, dan mencoba membunuh dirinya. Ia mulai menujukkan penyakitnya tahun 1980. Sebelumnya ia punya pengalaman menderita kencing darah (diduga karena buang air kecil di tempat keramat). Pada usia 24 tahun ia pernah ke Jakarta dan dipaksa teman-temannya untuk minum, namun karena B tidak mau teman-temannya memukul kepala B. Ia pernah dirawat berberapa kali di RSJ, namun belum sembuh ia sudah minta pulang. Usaha ingin membunuh diri didorong oleh komik yang ia baca. Tokoh komik itu diceritakan membunuh dirinya lalu masuk ke dalam sumur. Suatu hari B mendapat halusinasi, melihat api neraka yang sangat panas, dan pemiliknya meminta B membakar dirinya sendiri agar terlepas dari masalah-masalah hidupnya. Lalu B ke dapur mengambil minyak tanah dan menyiramkannya ke badannya lalu menyulut dengan api. Setelah terbakar B berlari menuju sumur dan mencemplungkan diri ke dalam sumur. Ia menderita luka bakar yang cukup parah.

Analisa :

Dalam kasus diatas B mengalami delusi atau waham, waham yang dialaminya adalah waham pengaruh (delusion of influence) diamana B meyakini bahwa ada kekuatan dari luar mengendalikan pikiran dan tindakannya, misalnya ketika B mengalami kencing darah dimana B menduga penyakit tersebut datang karena dia buang air kecil ditempat keramat. Yang kedua pada peristiwa dimana B ingin membunuh diri didorong oleh komik yang ia baca. Tokoh komik itu diceritakan membunuh dirinya lalu masuk ke dalam sumur. Suatu hari B mendapat halusinasi, melihat api neraka yang sangat panas, dan pemiliknya meminta B membakar dirinya sendiri agar terlepas dari masalah-masalah hidupnya. Lalu B ke dapur mengambil minyak tanah dan menyiramkannya ke badannya lalu menyulut dengan api. Setelah terbakar B berlari menuju sumur dan mencemplungkan diri ke dalam sumur, B mendapat bisikan-biskan yang sebenarnya tidak ada. Penderita merasa yakin bahwa sesuatu akan terjadi pada dirinya (delusi) dan kadang-kadang diikuti oleh pengalaman-pengalaman individu (merasa melihat atau mendengar sesuatu) yang tidak dialami oleh orang lain.

0 komentar »